YpbnII0FN1f46YefAvIEUSgpDWrBERS7WLQQkJGW

Belajar dari PRM Gunungpring, PCM Muhammadiyah Metro Barat Siapkan Ranting Unggulan

 

GUNUNGPRING — Semangat membangun ranting dan amal usaha yang mandiri menjadi pelajaran penting bagi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Metro Barat. Melalui kegiatan study tiru ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gunungpring, PCM Metro Barat menggali berbagai strategi pengelolaan amal usaha Muhammadiyah yang telah berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026, bertempat di SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring. Rombongan PCM Muhammadiyah Metro Barat hadir untuk melihat secara langsung pengelolaan ranting, pendidikan, serta kemandirian ekonomi yang dikembangkan PRM Gunungpring.

Ketua PRM Gunungpring, H. Rahmat Abdul Ghani, S.Ag, menjelaskan bahwa PRM Gunungpring saat ini telah memiliki tiga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, yakni SD Muhammadiyah Gunungpring, SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring, dan SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring.

SD Muhammadiyah Gunungpring menjadi salah satu AUM yang memiliki perkembangan cukup signifikan. Sekolah tersebut saat ini memiliki 748 siswa serta didukung 15 armada transportasi. Menariknya, seluruh armada tersebut dibeli secara mandiri tanpa melibatkan pihak ketiga.

Pengelolaan armada tersebut bahkan mampu memberikan pemasukan yang cukup besar, dengan omzet mencapai sekitar Rp27 juta hingga Rp35 juta per bulan. Sementara itu, SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring memiliki 353 siswa dan didukung empat kendaraan sebagai armada akomodasi. Adapun SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring saat ini memiliki sekitar 140 siswa.

Namun, keberhasilan PRM Gunungpring tersebut tidak diperoleh secara instan. Sekretaris PRM Gunungpring, Imron Rosidi, mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat di wilayah Gunungpring pada awal pengembangan AUM justru menjadi tantangan tersendiri. Mayoritas penduduk bukan merupakan warga Muhammadiyah. Bahkan, menurutnya, warga Muhammadiyah hanya sekitar 10 persen dari jumlah penduduk.

“Saat membangun sekolah, kami kesulitan mencari murid. Kami bahkan harus mencarinya hingga ke daerah pelosok,” tutur Imron Rosidi.

Kisah tersebut menjadi inspirasi penting bagi PCM Metro Barat bahwa keterbatasan basis massa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Dengan pengelolaan yang serius, inovasi, kemandirian, dan pelayanan kepada masyarakat, amal usaha Muhammadiyah dapat tumbuh sekaligus menjadi sarana dakwah yang memberikan manfaat luas.

Melalui study tiru ini, PCM Muhammadiyah Metro Barat berharap dapat mengadopsi praktik-praktik baik dari PRM Gunungpring untuk memperkuat ranting di wilayah Metro Barat serta mendorong lahirnya ranting dan masjid unggulan yang mampu menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. (Mas Triez)

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar