YpbnII0FN1f46YefAvIEUSgpDWrBERS7WLQQkJGW

Perkuat Tata Kelola Organisasi, PCM dan PRM Metro Barat Gelar Study Tiru ke Cabang Ranting Unggulan di Pulau Jawa

 

METRO — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Metro Barat bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Metro Barat resmi melaksanakan kegiatan Study Tiru ke sejumlah PCM, PRM, dan masjid unggulan di Pulau Jawa pada 3–7 September 2026.

​Langkah strategis ini digelar untuk memperkuat kapasitas pengelolaan organisasi, akselerasi pengembangan ranting, pemberdayaan jamaah, serta mewujudkan tata kelola masjid yang mandiri, berkemajuan, dan berdampak luas bagi masyarakat.

​Destinasi Kunjungan dan Pembelajaran

​Rombongan menimba ilmu dan berbagi pengalaman di lima lokasi percontohan tata kelola persyarikatan dan kemakmuran masjid:

​PCM Minggir: Pembelajaran tata kelola cabang dan optimalisasi potensi lokal.

​PCM Prambanan Klaten: Studi pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah serta kemandirian finansial persyarikatan.

​PRM Gunungpring Muntilan (Magelang): Rujukan nasional dalam pembangunan ranting yang aktif, mandiri, dan berbasis pemberdayaan umat.

​Masjid Sejuta Pemuda (Sukabumi): Model pengelolaan masjid modern berbasis pemuda dan pelayanan sosial jamaah.

​PCM Cileungsi (Bogor): Percontohan cabang unggulan dengan integrasi pendidikan dan pelayanan publik.

​Pendampingan PDM dan LPCR PM Kota Metro

​Kegiatan ini didampingi langsung oleh Ketua PDM Kota Metro, H. Kustono, S.Ag., serta Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) PDM Kota Metro, Zenni Mahmud, M.Pd. Kehadiran jajaran pimpinan daerah menjadi bentuk dukungan penuh terhadap penguatan gerakan Muhammadiyah dari tingkat akar rumput.

​Momentum Mengadopsi Praktik Terbaik (Best Practices)

​Ketua PCM Metro Barat, H. Tukijo, S.Ag., M.Sy., menegaskan bahwa agenda ini merupakan ikhtiar nyata untuk menyerap berbagai strategi pemberdayaan yang terbukti sukses di wilayah lain.

​"Kami berharap setelah melaksanakan Study Tiru ini, Muhammadiyah Metro, khususnya PCM Metro Barat dan PRM se-Metro Barat, mampu mengambil berbagai praktik baik yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing. Target ke depan adalah Muhammadiyah Metro memiliki ranting dan masjid unggulan yang mampu menjadi pusat dakwah, pendidikan, pemberdayaan, dan pelayanan bagi masyarakat," ujar H. Tukijo.

​Beliau menambahkan bahwa ranting dan masjid merupakan garda terdepan gerakan persyarikatan. Ranting tidak boleh sekadar menjadi struktur organisasi administratif, tetapi harus hadir sebagai pusat gerakan yang hidup dan mampu menjawab persoalan riil di masyarakat.

​Langkah Nyata Pasca-Kunjungan

​Melalui jargon "Belajar, Mengadopsi, Mengembangkan, dan Menginspirasi", seluruh hasil observasi dan evaluasi selama lima hari perjalanan akan dirumuskan menjadi program kerja konkret yang disesuaikan dengan kondisi lokal Kota Metro. Sinergi antara PDM Kota Metro, PCM Metro Barat, PRM se-Metro Barat, dan LPCR PM dipastikan berlanjut secara terarah demi mewujudkan ranting yang produktif serta masjid yang menjadi pusat peradaban umat. (MT)

Related Posts
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar