CILEUNGSI — Bagaimana sebuah cabang Muhammadiyah mampu mengelola puluhan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dengan sistem yang semakin terintegrasi? Pertanyaan itulah yang coba dijawab Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Metro Barat saat belajar langsung dari PCM Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Ahad (6/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Cileungsi (UMCI) tersebut menjadi bagian dari agenda study tiru PCM Metro Barat bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Metro Barat. Fokus utama kunjungan adalah menggali pengalaman PCM Cileungsi dalam membangun tata kelola persyarikatan, khususnya manajemen dan sentralisasi pengelolaan AUM.
PCM Cileungsi menjadi salah satu rujukan menarik karena memiliki ekosistem AUM yang cukup luas. Di bidang pendidikan, tercatat 19 AUM, mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA/SMK hingga Perguruan Tinggi atau Universitas. Selain pendidikan, PCM Cileungsi juga mengembangkan sejumlah AUM di bidang ekonomi, sosial, dan kesehatan.
Dari PCM Cileungsi hadir Sekretaris PCM, Nasihin, M.E.I., bersama para anggota Pimpinan PCM Cileungsi serta Ketua dan Pengurus Organisasi Otonom (Ortom) tingkat Cabang Cileungsi.
Dalam sambutan pengantarnya, Nasihin menegaskan keterbukaan PCM Cileungsi bagi seluruh unsur persyarikatan yang ingin belajar dan bertukar pengalaman.
“PCM Cileungsi selalu terbuka untuk PRM, PCM, bahkan PDM yang ingin berkunjung dalam rangka sama-sama belajar tentang mengembangkan persyarikatan,” ujarnya.
Salah satu materi yang menjadi perhatian rombongan PCM Metro Barat adalah sistem informasi dan digitalisasi keuangan, yang disampaikan Muhammad Jatnika Pamungkas, M.Pd., Anggota Pimpinan PCM Cileungsi.
Jatnika menjelaskan penerapan sejumlah sistem digital yang selama ini digunakan dalam mendukung tata kelola organisasi dan AUM PCM Cileungsi, di antaranya e-BudgetMu, e-HRMS, serta sistem keuangan menggunakan Accurate.
Pemanfaatan sistem tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pengelolaan yang lebih tertib, efisien, transparan, dan mudah dipantau. Digitalisasi juga memungkinkan data dan informasi dikelola secara lebih sistematis sehingga dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan organisasi.
Bagi PCM Metro Barat, pengalaman PCM Cileungsi memberikan gambaran bahwa semakin besar dan beragam AUM yang dikelola, semakin dibutuhkan sistem manajemen yang terintegrasi. Sentralisasi bukan sekadar menyatukan pengelolaan, tetapi bagaimana seluruh AUM dapat bergerak dalam satu visi, standar tata kelola, dan sistem yang saling terhubung.
Study tiru tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi bagi PCM Metro Barat dalam menyiapkan model tata kelola AUM yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Dari Cileungsi, PCM Metro Barat belajar satu hal penting: membangun AUM yang besar bukan hanya soal menambah jumlah amal usaha, tetapi memastikan semuanya tumbuh dalam sistem yang kuat, profesional, dan terpadu. (Mas Triez)

